-->
Jum'at 11 Apr 2025

Notification

×
Jum'at, 11 Apr 2025

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rusia Tak Punya Hak Tolak Keanggotaan Ukraina

| June 03, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-26T03:53:39Z

NATO - Rusia

 

Tujuan NATO adalah untuk menjaga keamanan dan kebebasan negara-negara anggotanya. NATO mengambil langkah-langkah pencegahan dan pertahanan untuk menghadapi ancaman dan agresi yang dapat membahayakan keamanan negara-negara anggotanya. 

Federasi Rusia (bahasa RusiaРосси́йская Федера́цияtranslit. Rossíyskaya Federátsiya), adalah sebuah negara federasi yang bersistem semi-presidensial dengan bentuk republik konstitusional di Eropa Timur dan Asia Utara atau Eurasia bagian utara yang dari barat laut sampai ke tenggara. Negara ini berbatasan daratan dengan NorwegiaFinlandiaEstoniaLatviaLituania dan Polandia (keduanya berbatasandengan OblastKaliningrad), BelarusUkrainaGeorgiaAzerbaijanKazakhstanTiongkokMongolia, dan Korea Utara. Dan juga negara ini berbatasan laut dengan Jepang di Laut Okhotsk dan negara bagian AlaskaAmerika Serikat di Selat Bering.

Dengan wilayah seluas 17.125.191 km², Rusia adalah negara terluas di dunia. Wilayahnya mencakup seperdelapan luas daratan bumi, penduduknya menduduki peringkat kesembilan terbanyak di dunia dengan jumlah sekitar 147.190.001 jiwa (2021). Wilayahnya membentang sepanjang Asia Utara dan sebagian Eropa timur, Rusia memiliki 11 zona waktu dan wilayahnya terdiri dari berbagai tipe lingkungan dan tanah. 

Sekretaris Jenderal NATO JensStoltenberg menegaskan Rusia tak punya hak untuk menolak Ukraina untuk bergabung dengan bloknya.

Sebab menurutnya, semua sekutu NATO sudah menyetujui Ukraina akan menjadi anggota blok tersebut.

"Semua sekutu juga setuju Ukraina akan menjadi anggota aliansi, dan semua sekutu setuju bahwa sekutu NATO dan Ukraina yang berhak memutuskan kapan Ukraina akan menjadi anggota," kata Stoltenberg kepada wartawan menjelang pertemuan informal para menteri luar negeri NATO di Oslo, Norwegia, Kamis (1/6).

"Moskow tak memiliki hak veto terhadap perluasan keanggotaan NATO. Tetapi yang paling penting, semua sekutu setuju bahwa tugas yang paling mendesak dan penting sekarang adalah memastikan Ukraina menang sebagai negara yang berdaulat dan merdeka," lanjut dia seperti dikutip CNBC.

Dalam kesempatan itu, Stoltenberg juga menyerukan adanya tindakan di saat perang Rusia vs Ukraina berakhir, untuk menjamin keamanan Kyiv. Ia meminta NATO memastikan sejarah tidak akan terulang kembali, serta pola agresi Rusia terhadap Ukraina benar-benar berakhir.


Menanggapi pernyataan Stoltenberg, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyambut baik dukungan tersebut. Ia menegaskan kembali Kyiv berharap bisa segera menerima undangan resmi NATO untuk bergabung.

"Apa yang sangat penting adalah masa depan kami di Uni Eropa, dan Ukraina siap untuk berada di NATO. Kami sedang menunggu kapan NATO akan siap menjadi tuan rumah serta untuk melihat dan menerima Ukraina," katanya kepada wartawan di luar KTT Komunitas Politik Eropa di Moldova, Kamis (1/6).

Meski Stoltenberg telah menggembar-gemborkan keanggotaan Ukraina di NATO, para diplomat negara anggota blok justru risau dengan hal ini. Amerika Serikat, terutama, enggan melangkah lebih jauh dari janji yang dibuat pada 2008, yang menyatakan Ukraina suatu hari akan menjadi anggota NATO.

Pasalnya, bergabung dengan NATO artinya Ukraina akan dilindungi klausul pertahanan kolektif Pasal 5 aliansi. Aturan itu mewajibkan semua anggota membantu mempertahankan anggota lain jika diserang. AS jelas ogah jika harus berperang dengan Rusia. Jerman pun tak kalah waspada.

Sejak awal, Rusia sendiri sudah memperingatkan tindakan provokatif maupun campur tangan apa pun dari negara-negara Barat terhadap urusan Rusia akan dinilai sebagai seruan perang terhadap Moskow.

copas dari https://www.cnnindonesia.com/internasional/20230602160257-134-956988/nato-sebut-rusia-tak-punya-hak-tolak-keanggotaan-ukraina

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update